Makalah Kimia kelas XII SMABAR TEXA5
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dialam banyak terkandunng berbagai macam unsur, salah
satunya Unsur Periode Ke Tiga yang terdiri dari logam (Natrium, Magnesium, dan
Aluminium), Metaloin (Silikon), dan nonlogam (Fosforus, Sulfur, Klorin, dan
Argon). Unsur-unsur pada golongan sama, baik logam maupun nonlogam memiliki
kemiripan meskipun dengan kadar sifat yang berbeda.
Kemiripan sifat tersebut disebabkan adanya kesamaan
jumlah elektron valensi yang dimiliki oleh unsur-unsur tersebut, sedangkan
perbedaan kadar sifat disebabkan oleh perbedaan jari-jari atom yang mengimbas
pada sifat-sifat atomik lainnya.
Lain halnya dengan unsur-unsur yang
terletak pada periode sama dan memiliki jumlah elektron berbeda. Unsur - unsur
ini memperlihatkan perubahan sifat secara beraturan.
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
Ø KD
3.6 Menganalisis kelimpahan,kecenderungan, fisik dan kimia,manfaat,dampak
proses pembuatan unsur-unsur,golongan
utama (gas mulia, periode ketiga) serta unsur golongan transisi (periode
keempat) dan senyawanya dalam kehidupan sehari-hari.
Ø Indikator
1. Menjelaskan
kelimpahan unsur/senyawa di alam khusus di Indonesia
2. Mengidentifikasi
sifat fisik dan kimia unsur dalam periode ke tiga
3. Menjelaskan
proses pembuatan unsur/senyawa dalam periode ketiga
4. Menentukan
kegunaan dan dampak unsur/senyawa dalam
periode ketiga
Ø KD
4.6 Menalar dan menganalisis kelimpahan, kecenderungan, sifat fisik dan
kimia,manfaat,dampakproses pembuatan unsur golongan utama (gas halogen, alkali
dan alkalitanah, periode ketiga) serta unsur golongan transisi (periode
keempat) dan senyawa dalam kehidupan sehari-hari
Ø Indikator
1. Merancang
dan melakukan percobaan tentang daya oksidasi halogen
2. Merancang
dan melaporkan percobaan tentang reaksi nyala
3. Merancang
dan melaporkan percobaan tentang reaksi pengendapan senyawa logam alkali tanah.
C.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
kelimpahan unsur/senyawa di alam khusus di Indonesia?
2. Apa
sifat fisik dan kimia unsur dalam periode ke tiga?
3. Bagaimana
proses pembuatan unsur/senyawa dalam periode ketiga?
4. Apa
manfaat dan dampak unsur/ senyawa kimia unsur periode ketiga?
D.
Tujuan
Setelah mempelajari materi ini, siswa
dapat memahami kelimpahan unsur/senyawa,
sifat fisik dan kimia, proses pembuatan unsur/senyawa, kegunaan dan dampak
dalam periode ketiga unsur kimia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Kelimpahan
Unsur / Senyawa Dalam Periode Ketiga
1. Natrium
(Na)
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel
periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam
reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali
yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif,
apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air,
sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir
tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni.
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi.
Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi.
2. Magnesium
(Mg)
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah
elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan
unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut.
3. Aluminium
Elemen yang berjumlah sekitar 8% dari
permukaan bumi dan paling Sulfur atau belerang (S) berlimpah ketiga.Alumunium
memiliki nomor atom 13 dan berat atom 26,98.
4. Silikon
(S)
Elemen
terbanyak kedelapan
di alam semesta dari segi massanya. Lebih dari 90% kerak bumi terdiri dari mineral silikat, menjadikan silikon sebagai unsur kedua paling melimpah di kerak bumi (sekitar 28% massa)
setelah oksigen. Silikon memiliki nomor atom 14 dan berat massa 28,09.
5. Fospor
(P)
Berupa
jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah
langka seperti
zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang
dicampur dengan mangan. Fosfor memiliki nomor atom 15 dan berat massa 30,97.
6. Klor
(Cl)
Pembentuk
garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang
sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk
kehidupan, termasuk manusia. Unsur ini termasuk kelompok halogen berbentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat
beracun. Klor memiliki nomor atom 17 dan berat massa 35,45.
7. Argon
(Ar)
Argon adalah
elemen yang hampir tidak mengalami reaksi kimia. Argon merupakan kelompok golongan Gas mulia. Argon membentuk 1% dari atmosfer bumi. Argon memiliki nomor atom 18 dan berat massa 39,95.
B.
Sifat Fisik dan Sifat Kimia dalam Periode Ketiga
1.
Sifat
fisik dalam periode ketiga
|
Sifat Senyawa
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
|
Nomor atom
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
|
Elektron valensi
|
35
|
352
|
3523p1
|
352p32
|
3523p3
|
3523p4
|
3523p5
|
3523p6
|
|
Jari-jari atom
|
1,86
|
1,60
|
1,43
|
1,17
|
1,10
|
1,04
|
0,99
|
0,97
|
|
Energi ionisasi(Kj/ma)
|
495,8
|
737,7
|
577,6
|
786,4
|
1011,7
|
999,6
|
1251,1
|
1520,4
|
|
Keelektronegatifan
|
0,93
|
1,31
|
1,61
|
1,90
|
2,19
|
2,58
|
3,16
|
-
|
|
Titik leleh (0C)
|
97,81
|
648,8
|
660,37
|
1,410
|
44,1
|
119,0
|
-100,98
|
-189,2
|
|
Titik didih
|
903,8
|
1,105
|
2467
|
2,355
|
280
|
44,67
|
-34,6
|
-185,7
|
Berdasarkan tabel
tersebut, kita dapat mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah elektron
valensi semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari
atom semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya
semakin besar). Harga keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke
kanan semakin besar dan sebaliknya, harga keelektropositifan semakin kecil.
Unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada suhu kamar karena unsur-unsur
tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d) di atas suhu ruangan (di
atas 250C). Sedangkan unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki
(t.l) dan (t.d) di bawah suhu ruangan. Dalam periode ketiga,
letak logam disebelah kiri, makin ke kiri sifat logam semakin reaktif, Na
>Mg> Al. Jadi Na paling reaktif.
2.
Sifat
kimia dalam periode ketiga
1) Sifat Asam
Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan
semakin besar sehingga semakin mudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi
dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin kuat.
Contoh : M – OH →MO-
+ H+
Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam siukat (H2SiO3)
asam fosfat (H3DO4) asam sifat (H2SO4)
dan asam paklorat (HCO4). Senyawa H2SiO3 merupakan
asam sangat lemah sehingga mudah terurai menjadi senyawa SiO2 dan H2O.
2) Sifat Basa
Dari kiri ke kanan, unsur - unsur periode ketiga memiliki
harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron.
Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang tertarik kea rah atau
oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi berkurang.
Contoh : M – OH→ M+
+ OH-
Jadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga
semakin lemah.
3) Sifat Logam dan
Nonlogam
Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan Al
merupakan unsur logam, sedangkan unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur
nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang memiliki sifat peralihan antara unsur
logam dan nonlogam sehingga disebut unsur metalloid (semi logam). Argon (Ar)
termasuk golongan gas mulia yang bersifat insert (sulit bereaksi).
4) Sifat Pereduksi
dan Sifat Pengoksidasi
Sifat pereduksi semakin bertambah,
sedangkan sifat pengoksidasi unsur - unsur periode ke tiga ini dapat anda lihat
dari harga potensial reduksinya.
Table potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.
|
Sifat Senyawa
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
|
-2,711
|
-2,375
|
-1,706
|
-0,13
|
-0,276
|
-0,508
|
+1,358
|
-
|
Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga
memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang semakin positif sehingga sifat
pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya semakin bertambah.
Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air.
Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg
hanya dapat bereaksi dengan air panas.
Contoh :
Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi lebih lemah
dibandingkan aluminium sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat,
seperti oksigen dan klorin.
Contoh :
Si (5) + O2 (g)
→Si O2 (5)
C.
Proses Pembuatan Unsur/Senyawa dalam
Periode Ketiga
a. Unsur
Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl yang dicairkan dengan katode
besi dan anode karbon. Sel yang digunakan adalah sel Downs. Natrium cair
terbentuk pada katode, selanjutnya dialirkan dan ditampung dalam wadah berisi
minyak tanah. Dalam proses ini bejana elektrolisis dipanaskan dari luar dan
dijaga agar natrium yang terbentuk tidak bersinggungan dengan udara, karena
akan terbakar. Hasil samping elektrolisis ini adalah klorin
b. Unsur
Magnesium diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan magnesium klorida.
Sekarang ini, Mg juga dapat diperoleh dari air. Selain itu Mg diperoleh juga
dari reduksi MgO dengan karbon.
c. Unsur Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit
yang dilarutkan dalam kriolit cair. Proses ini dikenal dengan proses Hall. Pada
proses ini bauksit ditempatkan dalam tangki baja yang dilapisi karbon dan berfungsi
sebagai katode. Adapun anode berupa batang-batang karbon yang dicelupkan dalam
campuran.
d. Unsur silikon dapat dibuat dari reduksi SiO2 murni dengan serbuk
aluminium pada suhu tinggi.
e. Unsur Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir
dalam pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air
sebagai P4.
f. Unsur
Belerang, cara untuk mengekstrak belerang yang
dikenal dengan cara Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang
memiliki dua pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan
belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan dimasukkan melalui pipa luar,
sehingga belerang meleleh, selanjutnya dimasukkan udara bertekanan tinggi
melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang yang keluar mencapai
99,5%.
g. Unsur Klor diperoleh dari garam klorida dengan
mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis
h. Unsur Argon dihasilkan
dari penyulingan bertingkat udara cair karena atmosfer mengandung 0.94% Argon.
D.
Kegunaan
dan Dampak Unsur Periode Ketiga
1. Natrium
Kegunaan :
-
Dipakai dalam pembuatan
ester
-
NaCl digunakan oleh hampir
semua makhluk
-
Na-benzoat dipakai dalam pengawetan
makanan
-
Na-glutamat dipakai untuk
penyedap makanan
-
Isi dari lampu kabut dalam
kendaraan bermotor
-
NaOH dipakai untuk membuat
sabun, deterjen, kertas
-
NaHCO3 dipakai
sebagai pengembang kue
-
Memurnikan logam K, Rb, Cs
-
NaCO3 Pembuatan
kaca dan pemurnian air sadah
Bahaya :
Jika natrium bercampur dengan air, akan
bereaksi sangat cepat dan meledak! Jika terjadi kontak dengan natrium
hidroksida dalam keadaan kulit telanjang, akan membentuk dan mulai larut
melalui kulit.
2. Magnesium
Kegunaan:
•
Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen.
•
Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum.
•
Pemisah sulfur dari besi dan baja.
•
Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan.
•
Untuk membuat lampu kilat.
•
Sebagai katalis reaksi organik.
Bahaya :
Magnesium
sangat mudah terbakar. Pada waktu terbakar, ia melepaskan kalor yang sangat
besar mencapai ribuan derajat. Cahaya yang dipancarkan sangat menyilaukan dan
dapat membutakan mata.
3. Alumunium
Kegunaan :
•
Banyak dipakai dalam industri pesawat
•
Untuk membuat konstruksi bangunan
•
Dipakai pada berbagai macam aloi
•
Untuk membuat magnet yang kuat
•
Tawas sebagai penjernih air
•
Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa
•
Membuat berbagai alat masak
•
Menghasilkan permata bewarna-warni : Sapphire, Topaz, dll.
Bahaya :
Aluminium dapat merusak kulit, dalam bentuk bubuk
dapat meledak di udara jika dipanaskan , dan dalam bentuk Al2O3
jika di reaksikan dengan karbon akan menyebabkan pemanasan global.
2.5.4 Silikon
Kegunaan :
• Dipakai dalam pembuatan kaca
• Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor
• Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga
• Untuk membuat enamel
• Untuk membuat IC
Bahaya : Silikon yang digunakan untuk kecantikan wajah dapat menyebabkan kerusakan
bentuk wajah dan melumpuhkan beberapa otot wajah.
2.5.5 Fosfor
Kegunaan :
• Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen
• Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
• Pemisah sulfur dari besi dan baja
• Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
• Untuk membuat lampu kilat
• Sebagai katalis reaksi organic
Bahaya :
Jika biji fosfor diolah menjadi fosfat dan larutan dalam air akan
menyebabkan terjadinya limbah radioaktif.
2.5.6 Belerang
Kegunaan :
• Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat
• Digunakan dalam baterai
• Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk
• Digunakan pada korek dan kembang api
• Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses
Bahaya :
Belerang dalam bentuk H2S sangat beracun dan dapat menyebabkan
kematian, sedangkan dalam bentuk H2SO4 dapat merusak
kulit dan menyebabkan korosi.
2.5.7 Klor
Kegunaan :
• Dipakai pada proses pemurnian air
• Cl2 dipakai pada disinfectan
• KCl digunakan sebagai pupuk
• ZnCl2 digunakan sebagai solder
• NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere
• Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas
• Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum
• Dipakai pada berbagai macam industry
Bahaya :
Klor mengiritasi sistem pernafasan. Bentuk gasnya mengiritasi lapisan lendir
dan bentuk cairnya bisa membakar kulit. Baunya dapat dideteksi pada konsentrasi
sekecil 3.5 ppm dan pada konsentrasi 1000 ppm berakibat fatal setelah terhisap
dalam-dalam.
2.5.8 Argon
Kegunaan :
• Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu
• Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses
lainnya
• Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses
• Untuk mendeteksi sumber air tanah
• Dipakai dalam roda mobil mewah
Bahaya : Bila argon menggantikan oksigen diudara dapat
menyebabkan sesak napas karena udara yang mengandung oksigen kurang dari 16%
sangat berbahaya.
Komentar
Posting Komentar